BARASIAH RSUD Mohammad Natsir Solok Perkuat Peran Ayah dalam Perawatan Bayi BBLR
Ilustrasi peran ayah dalam merawat bayi kecil/BBLR melalui penerapan Metode Kanguru sebagai bagian dari program BARASIAH di RSUD Mohammad Natsir Kota Solok, Provinsi Sumatera Barat.

BARASIAH RSUD Mohammad Natsir Solok Perkuat Peran Ayah dalam Perawatan Bayi BBLR

Program ini telah berjalan secara berkelanjutan dalam beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari penguatan layanan bayi kecil, baik di rumah sakit maupun saat perawatan lanjutan di rumah.

TIMES Solok,Selasa 7 Juli 2026, 07:07 WIB
243
D
Dioni Arvona

SOLOKRSUD Mohammad Natsir Kota Solok, Provinsi Sumatera Barat menghadirkan inovasi BARASIAH (Bapak Sigap Merawat Bayi Kecil di Rumah) sebagai upaya memperkuat peran keluarga, khususnya ayah, dalam perawatan bayi berat lahir rendah (BBLR).

Program ini telah berjalan secara berkelanjutan dalam beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari penguatan layanan bayi kecil, baik di rumah sakit maupun saat perawatan lanjutan di rumah.

Data RSUD Mohammad Natsir Kota Solok menunjukkan tren peningkatan jumlah bayi kecil/BBLR yang dirawat, yakni 98 bayi pada 2023, meningkat menjadi 115 bayi pada 2024, dan kembali naik menjadi 122 bayi pada 2025.

Kondisi ini menandakan bahwa bayi kecil masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan intervensi berkelanjutan.

Inovasi ini sendiri dipelopori oleh Bidan Rini Haryati, S.Tr.Keb bersama tenaga kesehatan di RSUD Mohammad Natsir Kota Solok. 

Program BARASIAH hadir sebagai solusi atas masih tingginya risiko kesakitan dan kematian neonatal, serta rendahnya keterlibatan ayah dalam perawatan bayi kecil.

Permasalahan yang ditemukan antara lain masih kurangnya pemahaman keluarga tentang pentingnya ASI eksklusif dan Metode Kanguru, serta perawatan bayi yang masih terfokus pada ibu. Hal ini menyebabkan perawatan bayi kecil di rumah belum berjalan optimal.

Untuk mengatasi hal tersebut, BARASIAH dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari edukasi kepada ayah, pelatihan praktik langsung, hingga pendampingan berkelanjutan.

Ayah diberikan pemahaman terkait perawatan bayi BBLR, penerapan Metode Kanguru, serta kemampuan mengenali tanda bahaya pada bayi sejak dini.

Pendampingan juga dilakukan melalui buku pemantauan, grup WhatsApp, kunjungan rumah, serta kontrol rutin ke fasilitas kesehatan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Dioni Arvona
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Solok, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.