TIMES SOLOK, SOLOK – Kapolres Solok Kota AKBP Mas’ud Ahmad, menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba masih menjadi ancaman serius yang memerlukan perhatian bersama. Bahkan, menurutnya, para pengedar kini menyasar anak-anak usia sekolah.
“Ini kondisi yang sangat mengkhawatirkan terhadap masa depan generasi muda. Karena itu, perang terhadap narkoba harus melibatkan seluruh elemen masyarakat,” ujar AKBP Mas’ud saat Rilis Akhir Tahun 2025 Polres Solok Kota, Rabu (31/12/2025).
Sebagai langkah preventif, Polres Solok Kota telah membangun Kampung Bebas dari Narkoba di Kelurahan IX Korong. Program tersebut diharapkan menjadi wadah partisipasi aktif masyarakat dalam mencegah dan memerangi peredaran narkotika di lingkungan masing-masing.
Selain pengungkapan kasus narkotika, Kapolres juga memaparkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat sepanjang tahun 2025 yang dinilai relatif kondusif. Tercatat sebanyak 214 laporan polisi, mengalami penurunan 18 persen dibandingkan tahun 2024, dengan crime clearance rate mencapai 71,96 persen.
Untuk tindak pidana konvensional seperti pencurian, penganiayaan, penipuan, dan penggelapan, Polres Solok Kota menangani 105 kasus, dengan 74 kasus berhasil diselesaikan, atau tingkat penyelesaian mencapai 71 persen.
Di bidang lalu lintas, selama tahun 2025 tercatat 65 kejadian kecelakaan lalu lintas, dengan korban meninggal dunia sebanyak 13 orang, luka berat 16 orang, dan luka ringan 108 orang. Sementara kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp159.530.000.
“Untuk pelanggaran lalu lintas, Polres Solok Kota telah menerbitkan 1.465 tilang dan memberikan 2.886 teguran sepanjang tahun 2025,” ungkap AKBP Mas’ud.
Dalam hal pelayanan kepada masyarakat, Polres Solok Kota terus berkomitmen memberikan pelayanan yang transparan dan berkeadilan. Sepanjang tahun 2025, telah diterbitkan 8.706 lembar SKCK, pelayanan SIM sebanyak 8.633, serta penanganan 306 laporan pengaduan masyarakat.
“Seluruh pelayanan berjalan aman, tertib, dan transparan sebagai bentuk komitmen kami melayani masyarakat,” tambahnya.
Kapolres menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan sinergi antara Polres Solok Kota dengan pemerintah daerah, TNI, serta dukungan masyarakat dan rekan-rekan media. Meski demikian, pihaknya mengakui masih terdapat kekurangan dalam pelayanan.
“Ke depan, Polres Solok Kota akan selalu terbuka terhadap kritik dan saran demi peningkatan kualitas pelayanan. Kami berkomitmen hadir memberikan rasa aman, melayani masyarakat dengan hati, serta menegakkan hukum secara profesional demi tegaknya keadilan,” papar AKBP Mas’ud. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Kapolres Solok Kota Ingatkan Bahaya Narkoba
| Pewarta | : Dioni Arvona |
| Editor | : Bambang H Irwanto |